MATERI 78 termokimia

 Termokimia

A. PENDAHULUAN

Termokimia adalah cabang ilmu kimia yang memperhatikan aspek suhu dalam reaksi.

Dalam konsep termokimia dalam reaksi, terdapat istilah sistem dan lingkungan.

Sistem adalah segala bentuk proses yang menjadi pusat perhatian pengamat.

Contoh: keadaan zat, reaksi, perubahan zat.


Sistem terdiri dari:

1) Sistem terbuka, yaitu sistem dapat mengalami pertukaran energi dan materi dengan lingkungan.

2) Sistem tertutup, yaitu sistem dapat mengalami pertukaran energi dengan lingkungan, tidak dengan pertukaran materi.

3) Sistem terisolasi, yaitu sistem tidak dapat mengalami pertukaran energi dan materi dengan lingkungan.

Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem, dan membantu kerja sistem.

Contoh: alat-alat, wadah, tabung reaksi, udara.


B. REAKSI EKSOTERM DAN ENDOTERM

Dalam konsep termokimia, reaksi terbagi menjadi dua, yaitu reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.

1) Reaksi eksoterm, yaitu reaksi yang sistemnya membebaskan/melepas energi, sehingga lingkungan menjadi naik temperaturnya.

Contoh: reaksi diatas suhu kamar (pembakaran), pelarutan NaOH, reaksi Mg dengan HCl.




2) Reaksi endoterm, yaitu reaksi yang sistemnya menyerap/menerima energi, sehingga lingkungan menjadi turun emperaturnya.

Contoh: reaksi Ba(OH)2 dengan NH4Cl, pemanasan CuCO3.

Dalam kedua reaksi, terjadi perubahan tingkat energi yang disebut perubahan entalpi reaksi, dapat dihitung:





Tidak ada komentar: