LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
PENENTUAN TETAPAN KESETIMBANGAN
1. Menganalisis pengertian tetapan kesetimbangan
2. Menentukan rumus tetapan kesetimbangan (Kc) untuk reaksi kesetimbangan
3. Menganalisis perbedaan kesetimbangan homogen dan heterogen serta hubungannya dengan tetapan kesetimbangan
4. Menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi zat dalam kesetimbangan
Partikel atau zat yang dapat membentuk sistem kesetimbangan hanyalah partikel yang berfase gas atau fase larutan (aq).
Partikel gas membentuk kesetimbangan gas
Partikel larutan membentuk kesetimbangan larutan
Dalam kesetimbangan gas maka zat yang menentukan nilai K (nilai tetapan kesetimbangan) hanya zat yang berfase gas.
Dalam kesetimbangan larutan maka zat yang menentukan nilai K (nilai tetapan kesetimbangan) hanya zat yang berfase larutan (aq).
Partikel padat (solid) dan cairan murni (liquid) tidak mempengaruhi kesetimbangan. Hal ini disebabkan:
1. partikel padat tidak bercampur merata dalam sistem reaksi.
2. Cairan murni (liquid) (sebagai pelarut) memiliki konsentrasi yang tetap.
Dalam kesetimbangan gas maka jenis K ada
dua jenis yaitu Kc dan Kp
Dalam kesetimbangan larutan maka jenis hanyalah
Kc
Kc = tetapan kesetimbangan konsentrasi
Kp = tetapan kesetimbangan tekanan
(pressure)
2) Berdasarkan data pada tabel tersebut, Tentukan persamaan Kc yang menunjukkan nilai yang tetap! Nilai Kc yang tetap tersebut sesuai Hukum Tetapan Kesetimbangan, Tuliskan kembali persamaan Kc yang sesuai Hukum Tetapan Kesetimbangan di kotak bawah
3) Tuliskan kesimpulan dari rumus umum persamaan Kc (Hukum Tetapan Kesetimbangan) dengan kalimat.
Hukum kesetimbangan
“ Hasil kali konsentrasi zat-zat ruas kanan dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat ruas kiri dan masing-masing dipangkatkan koefisiennya maka memiliki nilai yang konstan”
Penurunan rumus tetapan kesetimbangan konsentrasi (Kc)
ditinjau dari laju reaksi saat setimbang --> V1 dan V2
V1 = laju reaksi kekanan
V2 = laju reaksi kekiri
saat setimbang V1 = V2
Misal reaksi kesetimbangan :
V1 = V2
2A(aq) + 3B(aq) <=> 4C(aq) + 5D(aq)
V1 = K1[A]2.[B]3
V2 = K2[C]4.[D]5Nilai yang konstan tersebut diberi lambang K.
K = tetapan kesetimbangan, dibedakan :
Kc = tetapan kesetimbangan konsentrasi --> untuk kesetimbangan larutan dan kesetimbangan gas.
Kp = kesetimbangan tekanan --> untuk kesetimbangan gas.
Partikel-partikel yang mempengaruhi sistem kesetimbangan hanyalah partikel yang dapat bercampur merata dalam sistem kesetimbangan (sistem reaksi). yaitu partikael larutan atau gas
1. partikel gas --> untuk kesetimbangan gas , jenis tetapan kesetimbangannya adalah Kc dan Kp
2. partikel larutan (aq) --> untuk kesetimbangan larutan, jenis tetapan kesetimbangannya hanya Kc
Kegiatan 2
Ingat konsep laju reaksi :
Jika reaksi X + Y à XY memiliki orde zat X = 3 dan orde zat Y = 5
maka persamaan umum laju reaksi dirumuskan sebagai
V = K .[X]3.[Y]5
Diketahui reaksi kesetimbangan gas :
3A(g) + B(g) <=> 2C(g) + 5D(g)
Jika persamaan reaksi tersebut merupakan tahapan reaksi yang menentukan laju reaksi maka dapat diasumsikan bahwa koefisien zat dapat dipakai sebagai orde reaksi.
K1 = tetapan laju reaksi kekanan.
K2 = tetapan laju reaksi kekiri.
Selesaikan penurunan rumus dibawah ini !
1) Tuliskan persamaan laju reaksi untuk V1 = . . . .
2) Tuliskan persamaan laju reaksi untuk V2 = . . . .
3) Saat tercapai kesetimbangan V1 = V2 maka selesaikan persamaan dari
Kegiatan 3
Berdasarkan jawaban pada kegiatan 1 dan kegiatan 2, tuliskan rumus umum tetapan kesetimbangan untuk reaksi:
aA + bB ⇌cC + dD
![]()
- Kasus pertama tentang persamaan Kc dari reaksi kesetimbangan gas.
- Kasus kedua tentang menjelaskan sistem kesetimbangan homogen dan heterogen serta fase zat yang tidak mempengaruhi nilai Kc maupun Kp.
- Kasus ketiga tentang persamaan Kc dari sistem kesetimbangan heterogen, serta tuliskan persamaan Kp untuk reaksi.
CO2(g) + H2(g) ó CO(g) + H2O(l) dalam video tersebut
ADA DUA MACAM SISTEM KESETIMBANGAN, YAITU :
1. Kesetimbangan dalam sistem homogen
a) Kesetimbangan dalam sistem gas-gas
Contoh: 2SO2(g) + O2(g) ó 2SO3(g)
b) Kesetimbangan dalam sistem larutan-larutan
Contoh: NH4OH(aq) ó NH4+(aq) + OH- (aq)
CH3COO-(aq) + H2O(l) ó CH3COOH(aq) + OH- (aq)
2. Kesetimbangan dalam sistem heterogen
a) Kesetimbangan dalam sistem padat gas
Contoh: CaCO3(s) ó CaO(s) + CO2(g)
b) Kesetimbangan sistem padat larutan
Contoh: BaSO4(s) ó Ba2+(aq) + SO42- (aq)
c) Kesetimbangan dalam sistem larutan padat gas
Contoh: Ca(HCO3)2(aq) ó CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g)
Dalam Kesetimbangan Heterogen padat dan gas maka yang dimasukkan dalam, persamaan
kesetimbangan hanya zat-zat yang berbentuk gas saja sebab konsentrasi zat padat adalah tetap .
Contoh: S(s) + 2O2(g) ó 2SO2 (g)
Dalam kesetimbangan heterogen padat dengan larutan maka yang dimasukkan dalam perhitungan Kc hanya konsentrasi zat-zat yang larut saja.
Contoh : Zn(s) + Cu2+(aq) ó Zn2+(aq) + Cu(s)

Untuk kesetimbangan antara zat-zat dalam larutan jika pelarutnya tergolong salah satu reaktan atau hasil reaksinya maka pelarut (liquid) tidak dimasukkan dalam perhitungan atau rumusan Kc.
Contoh: CH3COO-(aq) + H2O(l) ó CH3COOH(aq) + OH-(aq)
Partikel padat dan liquid memiliki konsentrasi yang tetap, Sehingga tidak mempengaruhi pergeseran kesetimbangan.
Kesetimbangan hanya dipengaruhi oleh partikel gas atau larutan saja.
Pengaruh perubahan tekanan hanya berlaku pada gas.
Pengaruh perubahan volume sistem (ruang/larutan) berlaku pada partikel gas dan larutan.
Liquid = cairan murni.
Aqueous = larutan à zat terlarut dan zat pelarut bercampur merata.
H2O sebagai pelarut à berpengaruh sebagai perubahan volume larutan.
Contoh Soal & PEMBAHASAN
Partikel padat dan liquid memiliki konsentrasi yang tetap, Sehingga tidak mempengaruhi pergeseran kesetimbangan. Kesetimbangan hanya dipengaruhi oleh partikel gas atau larutan saja. Pengaruh perubahan tekanan hanya berlaku pada gas. Pengaruh perubahan volume sistem (ruang/larutan) berlaku pada partikel gas dan larutan. Liquid = cairan murni.
Aqueous = larutan à zat terlarut dan zat pelarut bercampur merata.
H2O sebagai pelarut à berpengaruh sebagai perubahan volume larutan.
Contoh Soal & PEMBAHASAN
1) 2H2S(g) + 3O2(g) ó 2H2O(g) + 2SO2(g) 2) Ag2CrO4(s) ó 2Ag+(aq) + CrO42- (aq)
Nomor 1 :
2H2S(g) + 3O2(g) <=> 2H2O(g) + 2SO2(g)
Nomor 2 :
Ag2CrO4(s) <=> 2Ag+(aq) + CrO42- (aq)

Fase solid tidak mempengaruhi nilai K
Partikel solid terpisah dari sistem kesetimbangan larutan
Soal Persamaan Kc dan Kp
Tuliskan persamaan Kc dan Kp dari persamaan reaksi kesetimbangan reaksi dibawah ini
1) 3Fe(s) + 4H2O(g)ó Fe3O4(s) + 4H2(g) 2) 4NH3(g) + 5O2(g) ó 4NO(g) + 6H2O(g) 3) CH3COO-(aq) + H2O(ℓ) ó CH3COOH(aq) + OH-(aq) 4) H2O(ℓ)ó H+(aq) + OH-(aq) 5) CaCO3(s) ó CaO(s) + CO2(g) 6) S(s) + 2O2(g) ó 2SO2 (g) 7) Fe3+(aq) + SCN-(aq) ó FeSCN2+(aq) 8) 4NH3(g) + 5O2(g) ó 4NO(g) + 6H2O(g)
9) 2CrO42-(aq) + 2H+(aq) ⇌ Cr2O7 2-(aq) + H2O(𝓵)
10) 2Ag+(aq) + Fe(s) ⇌ 2Ag(s) + Fe2+(aq)
11) Ag2CrO4(s) ⇌ 2Ag+(aq) + CrO4 2- (aq)
12) La2(C2O4)3(s) ⇌ La2O3(s) + 3CO(g) + 3CO2(g)
link Pengumpulan Jawaban Soal Persamaan Kc dan Kp
««««««««««««««««««««««««««
SOAL LAIN Tuliskan rumus Kc dan Kp yang terjadi dari reaksi berikut:
««««««««««««««««««««««««««
1. PbSO4(s) + 2NaI(aq) ó PbI2(s) + Na2SO4(aq)
2. Ag2CrO4(s) ó2Ag+(aq) + CrO42- (aq)
3. CH3COO-(aq) + H2O(l) ó CH3COOH(aq) + OH-(aq)
4. 2CO(g) ó C(s) + CO2(g)
5. 2CrO42-(aq) + 2H+(aq) ó Cr2O72-(aq) + H2O(𝓵)
6. La2(C2O4)3(s) ó La2O3(s) + 3CO(g) + 3CO2(g)
7. 2H2S(g) + 3O2(g) ó 2H2O(g) + 2SO2(g)
8. 3Fe(s) + 4H2O(g) ó Fe3O4(s) + 4H2(g)
9. 4NH3(g) + 5O2(g) ó 4NO(g) + 6H2O(g)
10. H2O(l) ó H+(aq) + OH-(aq)
11. CaCO3(s) ó CaO(s) + CO2(g)
12. S(s) + 2 O2(g) ó2SO2 (g)
13. Fe3+(aq) + SCN-(aq) ó FeSCN2+(aq)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar