PERHITUNGAN ΔH DENGAN DATA ENERGI IKATAN
Pada dasarnya reaksi kimia terdiri
dari dua proses, yaitu
- Pemutusan ikatan antar atom-atom dari senyawa yang
bereaksi (proses yang memerlukan energi)
- Penggabungan ikatan kembali dari atom-atom yang
terlibat reaksi sehingga membentuk susunan baru (proses yang membebaskan
energi).
Energi Ikatan (Bond Energy) adalah besaran yang serupa dengan energi disosiasi ikatan.
Ini mengacu pada jumlah energi yang dilepaskan atau diserap saat ikatan
kimia terbentuk antara dua atom.
Ketika dua atom membentuk ikatan kimia, mereka melepaskan energi karena
atom-atom tersebut menjadi lebih stabil dalam molekul baru yang terbentuk.
Energi ini dapat diukur dalam satuan yang sama dengan energi disosiasi ikatan
(kJ/mol atau kkal/mol).
Energi disosiasi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan salah satu ikatan 1 mol dari suatu molekul gas menjadi atom-atom gasnya.
Energi Disosiasi Ikatan (Bond Dissociation Energy)
Energi disosiasi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan
ikatan kimia antara dua atom dalam molekul. Ini terjadi saat dua atom yang
terikat bersama dipisahkan menjadi atom-atom individu atau gugus atom yang
berbeda.
Contoh:
Pemutusan
ikatan C – H dalam molekul CH4
Meskipun jenis ikatannya sama yaitu C – H, tetapi dari gugus yang berbeda, maka membutuhkan energi yang berbeda pula. Jika keempat reaksi tersebut dijumlahkan, maka diperlukan energi sebesar 1660 kJ/mol,
Energi ikatan rata-rata adalah energi rata-rata yang diperIukan untuk memutuskan sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atom-atom gas.
Energi sebesar 1660 kJ/mol merupakan energi yang diperlukan untuk memutuskan 4 ikatan C – H dalam molekul CH4 gas menjadi atom atom gas.
Reaksinya dinamakan reaksi atomisasi CH4
CH4(g) à C(g) + 4 H(g) ∆Hatomisasi = +1660 kJ/mol
∆Hatomisasi = 4 x E ikatan rata rata C-H
sehingga energi ikatan rata-rata untuk setiap ikatan C –
H adalah 1664 : 4 = 415 kJ/mol.
Secara sederhana maka Energi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan 1 mol ikatan dari suatu molekul dalam wujud gas menjadi atom atom gas.
Energi ikatan antaratom (atau entalpi ikatan) tidak dapat diukur secara langsung di laboratorium karena Anda tidak dapat secara fisik mengisolasi dan meraih satu ikatan kimia untuk memutusnya. Sebagai gantinya, ahli termokimia memperoleh data ini secara tidak langsung dengan cara ...mengukur perubahan panas keseluruhan dalam reaksi kimia terkontrol menggunakan kalorimetri , dan kemudian menerapkan Hukum Hess.
ΔH = ∑ E (ikatan pereaksi) - ∑ E (ikatan produk)
ΔH = ∑ E (ikatan yang diputus) – ∑ E (ikatan yang
terbentuk)
Bedakan dengan Rumus Hess menggunakan data ΔH pembentukan
ΔHor = ∑ ΔHfo produk - ∑ΔHfo reaktan
ΔHor = ∑ΔHfo hasil reaksi - ∑ΔHfo pereaksi
ΔHor = ∑ΔHfo kanan - ∑ΔHfo kiri
CONTOH SOAL
Tentukanlah ΔH dari reaksi :
H2C = CH2(g) + H2(g) à H3C-CH3(g)
Jika diketahui energi disosiasi ikatan (nilai bukan yang sebenarnya untuk memudahkan perhitungan) |
|
C - C adalah 340 kj/mol
|
C ≡ C adalah 810 kh/mol
|
Jawab :
Reaksi dapat dituliskan sebagai rumus struktur :
· Mean bond enthalpy (Entalpi ikatan
rata-rata): Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutuskan 1 mol ikatan
kovalen tertentu dalam fase gas pada berbagai senyawa.
· Enthalpy of reaction (Entalpi reaksi): Perubahan kalor
yang menyertai suatu reaksi kimia pada tekanan konstan.
· Enthalpy of formation (Entalpi pembentukan): Perubahan
entalpi ketika 1 mol senyawa terbentuk dari unsur-unsurnya dalam bentuk paling
stabil pada kondisi standar.
· Enthalpy of combustion (Entalpi pembakaran): Perubahan
entalpi ketika 1 mol zat terbakar sempurna dengan gas oksigen.
· Enthalpy of neutralisation (Entalpi netralisasi):
Perubahan entalpi ketika asam dan basa bereaksi menghasilkan 1 mol air (H2O).
· First ionisation energy (Energi ionisasi pertama):
Energi yang dibutuhkan
untuk melepaskan 1 mol elektron dari 1 mol atom netral
berwujud gas.
· Second ionisation energy (Energi ionisasi kedua):
Energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron kedua dari 1 mol kation bermuatan
+1
berwujud gas.
· First electron affinity (Afinitas elektron pertama):
Perubahan entalpi ketika 1 mol atom gas netral menangkap 1 mol elektron untuk
membentuk ion bermuatan -1.
· Second
electron affinity (Afinitas elektron kedua):
Perubahan entalpi ketika 1 mol ion bermuatan -1 berwujud gas menangkap 1 mol
elektron tambahan.
· Mean bond enthalpy (Entalpi ikatan
rata-rata): Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutuskan 1 mol ikatan
kovalen tertentu dalam fase gas pada berbagai senyawa.
· Enthalpy of reaction (Entalpi reaksi): Perubahan kalor
yang menyertai suatu reaksi kimia pada tekanan konstan.
· Enthalpy of formation (Entalpi pembentukan): Perubahan
entalpi ketika 1 mol senyawa terbentuk dari unsur-unsurnya dalam bentuk paling
stabil pada kondisi standar.
· Enthalpy of combustion (Entalpi pembakaran): Perubahan
entalpi ketika 1 mol zat terbakar sempurna dengan gas oksigen.
· Enthalpy of neutralisation (Entalpi netralisasi):
Perubahan entalpi ketika asam dan basa bereaksi menghasilkan 1 mol air (H2O).
· First ionisation energy (Energi ionisasi pertama): Energi yang dibutuhkan
untuk melepaskan 1 mol elektron dari 1 mol atom netral
berwujud gas.
· Second ionisation energy (Energi ionisasi kedua):
Energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron kedua dari 1 mol kation bermuatan
+1
berwujud gas.
· First electron affinity (Afinitas elektron pertama): Perubahan entalpi ketika 1 mol atom gas netral menangkap 1 mol elektron untuk membentuk ion bermuatan -1.
· Second electron affinity (Afinitas elektron kedua): Perubahan entalpi ketika 1 mol ion bermuatan -1 berwujud gas menangkap 1 mol elektron tambahan.
· Enthalpy of fusion (Entalpi peleburan):
Energi yang dibutuhkan untuk mengubah 1 mol zat padat menjadi cair pada titik
leburnya.
· Enthalpy of vaporisation (Entalpi penguapan): Energi
yang dibutuhkan untuk mengubah 1 mol zat cair menjadi gas pada titik didihnya.
· Enthalpy of sublimation (Entalpi sublimasi): Energi
yang dibutuhkan untuk mengubah 1 mol zat padat langsung menjadi gas tanpa
melalui fase cair.
· Enthalpy of transition (Entalpi transisi): Perubahan
entalpi saat suatu zat berubah dari satu bentuk alotrop/kristal ke bentuk
lainnya (misal: karbon grafit ke intan).
· Enthalpy of solution (Entalpi pelarutan): Perubahan
entalpi ketika 1 mol zat terlarut melarut sepenuhnya dalam pelarut tertentu.
· Enthalpy of hydration (Entalpi hidrasi): Perubahan
entalpi ketika 1 mol ion gas terlarut dalam air membentuk larutan terhidrasi.
· Enthalpy of atomisation (Entalpi atomisasi): Perubahan
entalpi ketika 1 mol atom berwujud gas terbentuk dari unsurnya dalam keadaan
standar.
· Lattice formation enthalpy (Entalpi pembentukan kisi):
Perubahan entalpi ketika 1 mol senyawa ionik padat terbentuk dari ion-ion
gasnya (eksotermik).
· Lattice dissociation enthalpy (Entalpi disosiasi kisi): Energi yang dibutuhkan untuk memisahkan 1 mol senyawa ionik padat menjadi ion-ion gasnya (endotermik).
Kerjakan soal diskusi berikut ini secara berkelompok
Satu kelompok dua siswa dengan teman satu meja, selanjutnya silahkan
presentasikan di depan
Silahkan pembahasan jawaban ditulis di buku catatan selanjutnya simpan di G Drive masing masing siswa
Link pembahasan G Drive tuliskan dalam Link G Form dibawah ini :
https://forms.gle/vaV4xkd5szLowNbY7
Soal Diskusi 1
Diketahui energi disosiasi ikatan yang nilainya bukan yang sebenarnya untuk memudahkan perhitungan
C – C : 340 kj/mol
|
C – O : 350 kj/mol
|
Diagram siklus dari reaksi pembakaran propana sebagai berikut :
- Hitung nilai dari ΔH1
, ΔH2 , ΔH3 ,
ΔH4 dan ΔH5
- Tentukan jenis (nama) reaksi
pada ΔH1
- Tentukan jenis (nama) reaksi
pada ΔH2
- Tentukan jenis (nama) reaksi
pada ΔH3
- Tentukan jenis (nama) reaksi
pada ΔH4
- Tentukan jenis (nama) reaksi
pada ΔH5
- Berdasar diagram siklus diatas bagaimana hubungan ∑ E(ikatan
pereaksi) dengan ΔH yang ada dalam diagram siklus
- Berdasar diagram siklus diatas bagaimana hubungan ∑ E(ikatan hasil reaksi) dengan ΔH yang ada dalam diagram siklus
- Berdasar diagram siklus diatas bagaimana hubungan ΔHreaksi pembakaran C3H8 dengan ΔH yang ada dalam diagram siklus
Diketahui energi disosiasi ikatan yang nilainya bukan sebenarnya untuk memudahkan perhitungan
C – C : 340 kj/mol
|
C – O : 350 kj/mol
|
Diagram siklus dari
reaksi adisi etuna sebagai berikut:
- Hitung nilai dari ΔH1
, ΔH2 , ΔH3
dan ΔH4
- Tentukan jenis (nama) reaksi
pada ΔH1
- Tentukan jenis (nama) reaksi
pada ΔH2
- Tentukan jenis (nama) reaksi
pada ΔH3
- Tentukan jenis (nama) reaksi
pada ΔH4
- Berdasar diagram siklus diatas bagaimana hubungan ∑ E(ikatan
pereaksi) dengan ΔH yang
ada dalam diagram siklus
- Berdasar diagram siklus diatas bagaimana hubungan ∑ E(ikatan
hasil reaksi) dengan ΔH yang ada dalam diagram siklus
- Berdasar diagram siklus diatas bagaimana hubungan ΔHreaksi pembakaran C2H2 dengan ΔH yang ada dalam diagram siklus