Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis reaksi eksoterm dan
endoterm
- Memanfaatkan virtual kalorimeter
untuk mengetahui reaksi eksoterm dan endoterm.
- Memanfaatkan virtual kalorimeter
untuk mengetahui nilai ∆H suatu pelarutan senyawa garam.
- Menghitung nilai ∆H suatu reaksi pelarutan berdasar percobaan menggunakan virtual kalorimeter.Tujuan Pembelajara
Gambar Kalorimeter Sedehana
CONTOH SOAL & PEMBAHASAN
Hukum kekekalan energi : Qreaksi
= ̶ Qlingkungan
Jika lingkungan yang dipakai hanya larutan maka
Qreaksi = ̶ Qlarutan
Jika Qlarutan
negatif maka Qreaksi menjadi positif
Jika Qlarutan positif maka Qreaksi menjadi negatif
Catatan :
Perhatikan pertanyaan untuk nilai
ΔH
Nilai ΔH untuk pelarutan 10
gram NaOH berbeda dengan nilai ΔH untuk pelarutan 1 mol NaOH
Kerjakan Lebih Dahulu
Kerjakan soal berikut di buku catatan anda kemudian difoto , simpan di G Drive masing masing siswa kemudian upload di G Form dengan link :
https://forms.gle/p7qun2iex3unsHWX9
Kerjakan soal no 3 s/d 10 di buku catatan anda kemudian difoto , simpan di G Drive masing masing siswa kemudian upload di G Form dengan link :
https://forms.gle/p7qun2iex3unsHWX9
Catatan :
Nama file gunakan : nama tugas - nama lengkap – no presensi
NaOH(aq) + HCl(aq) à NaCl(aq) + H2O(l)
Mmol NaOH = 50 mL x 1 M = 50 mmol
(= 0,05 mol)
Mmol HCl = 50 mL x 1 M = 50 mmol
(= 0,05 mol)
ü Hitung
kalor yang diserap oleh larutan (Q larutan)
ü Bandingkan
Q reaksi dari X gram senyawa dengan Q reaksi untuk satu mol senyawa tersebut.
ü Hitung
nilai X
b. Jika masa larutan = masa air + masa garam = 200 + X
NaOH(s) à NaOH(aq) ∆H = a kkal
NaOH(s)
+ HCl(aq) à
NaCl(aq) + H2O(l) ∆H = b kkal
NaOH(aq) + HCl(aq) à NaCl(aq) +
H2O(l) ∆H = c kkal
Catatan : Reaksi pelarutan NaOH dan reaksi asam + basa merupakan reaksi eksoterm sehingga dalam diagram tingkat energi arahnya kebawah.
Buatkan :
a.
Diagram siklus
b. Diagram tingkat energi
c. Menurut hukum Hess, maka tuliskan hubungan a , b dan c
Langkah penyelesaian untuk menggambar diagram siklus / tingkat energi.
ü Tentukan
keadaan awal
ü Tuliskan
salah satu zat hasil reaksi dari reaksi yang diketahui
Langkah mengerjakan
a. Hitung Qlarutan
b. Hitung Qwadah
c. Mol Ca(OH)2 dan mol HCl
d. lengkapi tabel berikut
e. Tuliskan persamaan reaksinya dan tenrukan mol H2O yang
terbentuk
f. Tentukan perubahan entalpi reaksi netralisasi
SOAL NO 8
Dalam percobaan kalorimeter dilakukan 3 kali perhitungan ∆H
a. Sebanyak 2 gram NaOH (massa molar 40 gram/mol)
direaksikan dengan 100 mL HCl 0,5 M, jika suhu larutan HCl mula mula 27oC
dan setelah bereaksi dengan NaOH suhu larutan menjadi 37oC.
Tentukan nilai ∆H reaksi tersebut jika penambahan massa NaOH tidak mengubah volume larutan dan ρ larutan = 1 gram/mL.
Reaksi : NaOH(s) + HCl(aq) à NaCl(aq) + H2O(l)
Dengan tahapan penyelesaian:
ü Hitung
mol NaOH
ü Hitung
mol HCl
ü Hitung
Q larutan
ü Hitung
Q reaksi
ü Tentukan
nilai ∆H reaksi
b. Sebanyak 2 gram NaOH (massa molar 40 gram/mol) dilarutkan ke dalam 50 mL air, jika suhu air mula mula 25oC dan setelah NaOH larut semua suhu larutan menjadi 30oC.
kalor jenis larutan = 4,2 J/g oC
Tentukan nilai ∆H pelarutan NaOH tersebut jika penambahan massa NaOH tidak mengubah volume air dan ρ larutan = 1 gram/mL.
Dengan tahapan penyelesaian:
ü Hitung
mol NaOH
ü Hitung
Q larutan
ü Hitung
Q reaksi
ü Tentukan
nilai ∆H pelarutan NaOH tersebut
c. Sebanyak 50 ml larutan NaOH yang terbentuk dari percobaan b direaksikan dengan 50 mL HCl 1 M jika suhu mula mula kedua larutan 27oC dan setelah direaksikan suhu larutan menjadi 35oC. kalor jenis larutan = 4,2 J/g oC
Tentukan nilai ∆H reaksi tersebut jika ρ larutan = 1 gram/mL.
Reaksi : NaOH(aq) +
HCl(aq) à NaCl(aq)
+ H2O(l)
Dengan tahapan penyelesaian:
ü Hitung
molaritas NaOH dari percobaan b
ü Hitung
mol HCl
ü Lengkapi
tabel reaksi dibawah ini
|
|
NaOH(aq) |
+ HCl (aq) |
à |
NaCl(aq) |
+ H2O(l) |
|
|
50 ml . . . M |
50 ml 1 M |
|
|
|
|
mol Awal |
.
. . |
. . . |
|
|
|
|
mol mol Reaksi |
. . . |
. . . |
|
. . . |
. . . |
|
mol Akhir |
. . . |
. . . |
|
. . . |
. . . |
ü Hitung
Q larutan
ü Hitung
Q reaksi
ü Tentukan
nilai ∆H pelarutan NaOH tersebut
d. Gambarkan diagram siklus ketiga reaksi tersebut dan tuliskan hubungan dari ketiga ∆H dari reaksi reaksi tersebut.
SOAL NO 9
Untuk menemukan kapasitas panas spesifik (J/goC. ) suatu zat padat dengan memanaskan 20 gram suatu padatan dalam tabung reaksi hingga 100oC dan secara hati – hati memasukkannya ke dalam 50 gram air dalam calorimeter coffe-cup. Suhu air berubah dari 25oC menjadi 30oC. (kalor jenis air = 4,2 J/goC.
Dengan tahapan penyelesaian:
ü Hitung
Q yang diserap air
ü Gunakan
asas Black (Q padatan = Q air )
ü Tentukan
nilai kapasitas panas spesifik zat padat tersebut.
Kapasitas
panas spesifik (kalor jenis) zat padat adalah jumlah
energi panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kilogram zat padat sebesar
1 derajat Celsius
Qzat padat = m x cpadat x ∆T
Q = energi panas (Joule)
m = massa zat
c = kapasitas panas spesifik (J/kgoC)
∆T = perubahan suhu (oC
atau K)
Kapasitas
panas zat padat adalah besaran
yang menunjukkan jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu suatu zat
padat sebesar satu derajat.
Satuan
internasionalnya adalah Joule per Kelvin (J/K).
Qzat padat = Cpadat x ∆T
SOAL NO 10
Dalam kalorimeter dicampurkan 100 mL larutan H2SO4 1 M dan 100 mL larutan NaOH 1 M jika suhu mula mula larutan H2SO4 dan NaOH adalah 25oC dan suhu setelah pencampuran sebesar 35 °C.
Massa jenis larutan adalah 1 gram/mL dan kalor jenis larutan 4,2 J/gram 0 C, kalorimeter dianggap tidak menyerap panas.
Hitung perubahan entalpi reaksi H2SO4 + 2NaOHà Na2SO4 + 2H2O dalam J/mol
Dengan tahapan penyelesaian:
ü Hitung
Q larutan
ü Hitung
mol H2SO4
ü Hitung
mol NaOH
ü Hitung
mol H2O yang terbentuk
ü Hitung
Q reaksi
ü Tentukan
nilai ΔH reaksi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar