PENENTUAN LAJU RATA RATA & SESAAT REAKSI
Analogi laju rata rata dan laju sesaat
Jarak rumah Adi dengan sekolah adalah 10 km, jalan menuju sekolah melewati 2 lampu lalulintas , pada hari ini Adi berangkat sekolah naik motor memerlukan waktu 30 menit.
maka laju rata rata motor Adi = 10 km / 30 menit = 0,33 km/menit
Pada kilometer 4,2 terdapat lampu lalulintas dan saat itu lampu menyala merah dan Adi berhenti maka laju saat km 4,2 motor Adi = 0 km/menit
Laju reaksi
ditentukan melalui percobaan, yaitu dengan mengukur banyaknya pereaksi yang
dihabiskan atau banyaknya produk yang dihasilkan pada selang waktu tertentu.
Contoh :
Laju reaksi antara Mg dengan HCl dapat ditentukan dengan mengukur jumlah salah
satu produknya, yaitu gas hydrogen
Mg(s) +
HCl(aq) à MgCl2(aq) + H2(g)
Keterangan:
1. Pada
10 detik pertama dihasilkan 14 mL gas H2.
Laju rata-rata reaksi pada 10 detik pertama
adalah 14:10 = 1,4 mL/detik.
Pada
detik ke 20 dihasilkan 11 mL (25-14).
Laju rata-rata reaksi pada detik ke 20 adalah
11 mL/ 10 detik = 1,1 mL/detik
2. Pada 10 detik
ke 2 dihasilkan 11 mL (25-14). Jadi laju reaksi rata-rata pada
10 detik ke 2 adalah 1,1
mL perdetik
3. Pada 10 detik
ke 3
dihasilkan 8
mL (33-25).
Jadi laju reaksi rata-rata pada 10 detik ke 3
adalah 0,8 mL
perdetik
4. Pada 10 detik ke 4
dihasilkan 5 mL gas H2,
jadi laju reaksi rata-rata pada 10 detik ke 4
adalah 0,5 mL hydrogen
perdetik.
5. Pada 10 detik
ke 5
dihasilkan 2 mL
. Jadi laju reaksi rata-rata pada 10 detik ke 5
adalah 0,2 mL
perdetik
6. Pada 10 detik
ke 6
dihasilkan 0
mL Jadi laju reaksi rata-rata
pada 10 detik ke 6
adalah 0
mL perdetik
Kemiringan
kurva berubah setiap saat. .
Kemiringan
berkurang seiring dengan berkurangnya laju reaksi.
Kemiringan
(gradien) terbesar terjadi pada 10 detik pertama dan makin kecil pada
detik-detik berikutnya, yang berarti laju rata-rata yang
paling besar terjadi pada 10 detik pertama.
Setelah
detik ke 50, volume gas H2
tidak lagi bertambah, reaksi telah selesai dan kurva menjadi datar
Volume
total gas hydrogen yang dihasilkan adalah 40 mL, yaitu dalam waktu 50 detik.
Laju rata-rata reaksi
pembentukan gas H2 adalah
r = (r1 + r2
+ r3 + r4 + r5 ) / 5
= (1,4 + 1,1 + 0,8 + 0,5 + 0,2) / 5 = 0,8
mL/det
Atau r = [VH2]6 - [VH2]1 /
50 = (40 – 0 ) / 50 = 0,8 mL/det
LAJU SESAAT
Laju
Sesaat = laju reaksi pada saat tertentu. hal ini karena laju reaksi berubah dari waktu
ke waktu.
Pada
umumnya laju reaksi makin kecil seiring dengan bertambahnya waktu reaksi.
Sehingga
plot laju terhadap waktu berbentuk garis lengkung.
Laju sesaat pada waktu t dapat ditentukan dari kemiringan (gradien) tangen pada saat t tersebut.
SOAL LATIHAN:
Diketahui data reaksi pembuatan gas hidrogen
Mg(s) + HCl(aq) à MgCl2(aq) + H2(g)
|
Waktu
(detik) |
Volume
H2 (mL) |
|
0 |
0 |
|
10 |
14 |
|
20 |
25 |
|
30 |
33 |
|
40 |
38 |
|
50 |
40 |
|
60 |
40 |
|
70 |
40 |
1)
Berapa
laju rata rata reaksi tersebut ?
2)
Berapa
laju rata rata reaksi pada 10 detik pertama ?
3)
Berapa
laju rata rata reaksi pada 10 detik ke 2 ?
4)
Berapa
laju rata rata reaksi pada 20 detik pertama?
5)
Buktikan
laju rata rata reaksi tersebut berdasar laju rata rata tiap 10 detik !
Jawab :
Tentukan :
a. Laju reaksi dari reaksi tersebut!
b. Laju saat detik ke 20 !
c. Laju rata-rata reaksi 20 detik pertama !
d. Laju
rata-rata reaksi pada 10 detik kedua !
Jawab:
a. Data reaksi yang
dipakai adalah no 1 s/d 6, karena data
no 7 , 8 reaksi sudah berhenti (ditunjukkan dengan volume gas H2
yang tidak bertambah lagi).

b. Langkah
penyelesaian :
1.
Lukis
garis singgung pada saat detik ke 20
2.
Lukis
segitiga untuk menentukan kemiringan
3.
Laju
sesaat = kemiringan garis singgung pada detik tersebut (kemiringan garis
singgung).
atau gunakan garis pada titik waktu 20 detik dan volume gas H2 = 25 ml
maka laju saat detik ke 20 (kemiringan garis singgung yang menyinggung titik tersebut)
= (25 – 5) mL / (20 – 0) det = 20 mL/20 det
= 1 mL/det
Perbedaan Utama
Laju Awal (Initial Rate)
Pengertian: Laju reaksi pada saat reaksi baru saja dimulai, yaitu pada titik waktu t = 0 detik.
Ciri Khas: Merupakan laju reaksi yang paling cepat karena konsentrasi reaktan berada pada tingkat maksimum sebelum terurai.
Cara Menentukan: Dihitung dari kemiringan garis singgung (gradien) grafik konsentrasi terhadap waktu tepat di titik awal (t = 0).
Laju Rata-Rata (Average Rate)
Pengertian: Laju perubahan konsentrasi reaktan atau produk dalam selang waktu tertentu (selang delta t).
Ciri Khas: Mengukur perubahan secara keseluruhan dalam satu interval waktu (misal dari detik ke-10 hingga detik ke-30) tanpa memperhitungkan fluktuasi laju di tengah interval tersebut.
Rumus:
Laju rata-rata berkurangnya reaktan = - (Konsentrasi Akhir - Konsentrasi Awal) / (Waktu Akhir - Waktu Awal)
Laju rata-rata bertambahnya produk = + (Konsentrasi Akhir - Konsentrasi Awal) / (Waktu Akhir - Waktu Awal)
Laju Sesaat (Instantaneous Rate)
Pengertian: Laju reaksi pada satu titik waktu tertentu yang sangat spesifik (misalnya tepat pada t = 10 detik).
Ciri Khas: Menunjukkan kecepatan perubahan konsentrasi pada momen tersebut.
Cara Menentukan: Dihitung dari kemiringan (gradien) garis singgung grafik konsentrasi terhadap waktu pada titik t yang ditentukan, atau menggunakan persamaan turunan matematika: v = -d[A]/dt.
Contoh Soal dan Pembahasan
Soal: Dalam suatu percobaan penguraian zat A menjadi zat B menurut reaksi:
A --> B
Diperoleh data perubahan konsentrasi zat A terhadap waktu sebagai berikut:
Pada t = 0 detik, [A] = 0,80 M
Pada t = 10 detik, [A] = 0,50 M
Pada t = 20 detik, [A] = 0,30 M
Pada t = 30 detik, [A] = 0,20 M
Fungsi konsentrasi zat A terhadap waktu setelah t = 0 dinyatakan dengan persamaan kuadratik sederhana: A = 0,80 - 0,035t + 0,0005t2
Pertanyaan:
Hitung laju rata-rata penguraian A pada selang waktu t = 0 detik sampai t = 20 detik!
Hitung laju awal reaksi (pada t = 0 detik)!
Hitung laju sesaat penguraian A pada t = 10 detik!
Pembahasan:
1. Menghitung Laju Rata-Rata (t = 0 s s.d. t = 20 s)
Konsentrasi awal ([A]1) pada t1 = 0 detik adalah 0,80 M.
Konsentrasi akhir ([A]2) pada t2 = 20 detik adalah 0,30 M.
Perubahan konsentrasi (Δ[A]) = 0,30 M - 0,80 M = -0,50 M
Selang waktu (Δt) = 20 - 0 = 20 detik
Laju rata-rata = - (Δ[A] / Δt)
Laju rata-rata = - (-0,50 M / 20 s)
Laju rata-rata = 0,025 M/s
2. Menghitung Laju Awal (t = 0 s)
Laju awal diperoleh dari turunan pertama fungsi konsentrasi
Turunan dari
d[A]/dt = d(0,80 - 0,035t + 0,0005t2)/dt
d[A]/dt = -0,035 + 0,001t
Laju reaksi v(t) = - (d[A]/dt) = 0,035 - 0,001tMasukkan t = 0 detik ke dalam persamaan laju:
3. Menghitung Laju Sesaat (pada t = 10 s)
Gunakan persamaan laju hasil turunan dari langkah nomor 2: v(t) = 0,035 - 0,001t
Masukkan t = 10 detik: v(10) = 0,035 - 0,001(10) v(10) = 0,035 - 0,010 v(10) = 0,025 M/s
Ringkasan Hasil
Laju Rata-rata (0-20 s): 0,025 M/s
Laju Awal (t = 0 s): 0,035 M/s
Laju Sesaat (t = 10 s): 0,025 M/s
Menghitung laju awal
atau laju dihitung dari kemiringan
(gradien) garis singgung grafik konsentrasi terhadap waktu pada titik t yang
ditentukan, atau menggunakan persamaan turunan matematika yang diketahui dari soal:
V = -d[A]/dt.
Rumus turunan dari
Berbeda dengan integral
ORDE REAKSI & LAJU
SESAAT
Reaksi A à B
Untuk menentukan orde
reaksi menggunakan metode grafik, yaitu menggambarkan 3 grafik berikut:
1)
Hubungan
antara [A] dengan waktu à (bila linear, reaksi orde nol)
2)
log [A] dengan
waktu atau ln [A] dengan waktu à (bila linear, reaksi orde
1)
3)
1/[A] dengan
waktu à (bila linear, reaksi orde 2)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar