KATALIS

Katalis adalah zat yang mampu mempercepat laju reaksi kimia tanpa ikut bereaksi atau berubah secara kimiawi setelah reaksi selesai. Bayangkan katalis seperti seorang penengah yang mempercepat suatu proses tanpa ikut terlibat dalam proses itu sendiri.


     

    

   





Simak video diatas, berikan penjelasan atau kesimpulan tentang percobaan reaksi dari 6 gelas ukur tersebut.
Tuliskan bahan yang digunakan dalam percobaan atau reaksi tersebut 
Tuliskan persamaan reaksi
Tuliskan jenis katalis dari percobaan tersebut
 

Sifat-sifat katalisator:

  1. Katalisator tidak mengalami perubahan yang kekal dalam reaksi, tetapi dapat terlibat dalam mekanisme reaksi
  2. Katalisator mempercepat laju reaksi, tetapi tidak mengubah jenis maupun jumlah hasil reaksi.
  3. Katalisator menurunkan energy aktivasi reaksi, tetapi tidak mengubah perubahan entalpi reaksi.
  4. Katalisator mengubah mekanisme reaksi dengan menyediakan tahap-tahap yang memiliki energy aktivasi lebih rendah.
  5. Katalisator mempunyai aksi spesifik, artinya hanya dapat mengkatalis satu reaksi tertentu.
  6. Katalisator hanya diperlukan dalam jumlah sedikit.

Bagaimana cara kerja katalis?

  • Menurunkan Energi Aktivasi: Katalis bekerja dengan cara menurunkan energi aktivasi yang dibutuhkan agar suatu reaksi dapat berlangsung. Energi aktivasi adalah energi minimum yang diperlukan untuk memulai suatu reaksi. Dengan menurunkan energi aktivasi ini, maka reaksi akan lebih mudah terjadi dan lebih cepat.
  • Menyediakan Jalur Reaksi Alternatif: Katalis menyediakan jalur reaksi yang berbeda (jalur alternatif) yang memiliki energi aktivasi lebih rendah dibandingkan jalur reaksi tanpa katalis.

Contoh Sederhana

Misalkan kita ingin membakar kertas. Membakar kertas tanpa bantuan apapun membutuhkan suhu yang cukup tinggi. Namun, jika kamu menambahkan sedikit air ke kertas sebelum membakarnya, kertas akan lebih mudah terbakar. Air di sini berperan sebagai katalis yang mempercepat proses pembakaran.

Mengapa Katalis Penting?

  • Meningkatkan Efisiensi Produksi: Dalam industri, katalis digunakan untuk mempercepat proses produksi berbagai produk kimia, seperti pembuatan pupuk, plastik, dan bahan bakar.
  • Mengurangi Penggunaan Energi: Karena reaksi dapat berlangsung pada suhu dan tekanan yang lebih rendah, penggunaan katalis dapat menghemat energi.
  • Meningkatkan Selektivitas: Katalis dapat mengarahkan reaksi ke arah pembentukan produk yang diinginkan, sehingga mengurangi terbentuknya produk samping.

Jenis-jenis Katalis

  • Katalis Heterogen: Katalis yang berada dalam fase berbeda dengan reaktan, misalnya katalis padat dalam reaksi cair atau gas. Contoh: katalis nikel dalam hidrogenasi minyak nabati.
  • Katalis Homogen: Katalis yang berada dalam fase yang sama dengan reaktan, misalnya katalis cair dalam reaksi cair. Contoh: asam sulfat sebagai katalis dalam esterifikasi.

Contoh Penggunaan Katalis dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Industri Makanan: Ragi pada pembuatan roti, tempe, dan tape.
  • Industri Kimia: Katalis dalam pembuatan asam sulfat, amonia, dan plastik.
  • Kendaraan Bermotor: Katalis dalam konverter katalitik untuk mengurangi polusi udara.

  Contoh Reaksi Kimia dengan Katalis dalam Kehidupan Sehari-hari

·         Pembuatan Roti, Tempe, dan Tape:

    • Katalis: Ragi
    • Proses: Ragi mengandung enzim yang berperan sebagai katalis dalam proses fermentasi. Enzim ini memecah karbohidrat kompleks menjadi alkohol dan karbon dioksida. Gas karbon dioksida inilah yang membuat adonan roti mengembang, sedangkan alkohol memberikan cita rasa khas pada tempe dan tape.

·         Pembuatan Margarin:

    • Katalis: Nikel
    • Proses: Minyak nabati yang cair diubah menjadi lemak padat (margarin) melalui proses hidrogenasi. Nikel sebagai katalis mempercepat reaksi penambahan atom hidrogen pada ikatan rangkap dalam molekul lemak tak jenuh.

·         Pembuatan Asam Sulfat:

    • Katalis: Vanadium pentoksida (V₂O₅)
    • Proses: Vanadium pentoksida berfungsi sebagai katalis dalam proses pembuatan asam sulfat. Katalis ini mempercepat reaksi antara belerang dioksida (SO₂) dengan oksigen (O₂) membentuk belerang trioksida (SO₃), yang kemudian dilarutkan dalam air untuk menghasilkan asam sulfat (H₂SO₄). Asam sulfat banyak digunakan dalam industri, seperti pembuatan pupuk, baterai, dan deterjen.

·         Pembakaran Bahan Bakar di Mobil:

    • Katalis: Logam mulia (misalnya, platinum, palladium, rhodium)
    • Proses: Katalis dalam konverter katalitik pada mobil membantu mengubah gas buang yang berbahaya, seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), dan hidrokarbon yang belum terbakar, menjadi gas yang kurang berbahaya, yaitu karbon dioksida (CO₂) dan uap air (H₂O).

·         Pembuatan Amonia:

    • Katalis: Besi
    • Proses: Proses Haber-Bosch adalah proses industri pembuatan amonia (NH₃) dari nitrogen (N₂) dan hidrogen (H₂). Besi digunakan sebagai katalis untuk mempercepat reaksi ini. Amonia sangat penting dalam pembuatan pupuk dan berbagai produk kimia lainnya.

Pentingnya Katalis dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Meningkatkan Laju Reaksi: Katalis mempercepat laju reaksi kimia tanpa ikut bereaksi.
  • Menurunkan Energi Aktivasi: Katalis menurunkan energi aktivasi yang diperlukan agar suatu reaksi dapat berlangsung.
  • Meningkatkan Selektivitas: Katalis dapat mengarahkan reaksi ke arah pembentukan produk yang diinginkan.
  • Efisiensi Energi: Dengan menggunakan katalis, proses produksi dapat dilakukan pada suhu dan tekanan yang lebih rendah, sehingga lebih efisien.

Kesimpulan

Katalis memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai proses kimia, baik dalam skala industri maupun dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan katalis tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Prinsip mekanisme kerja katalis heterogen melibatkan empat tahap sebagai berikut:

1. adsorpsi pereaksi pada permukaan katalis heterogen;

2. migrasi pereaksi teradsorpsi pada permukaan katalis heterogen;

3. reaksi zat-zat teradsorpsi di permukaan katalis heterogen;

4. proses desorpsi hasil reaksi, produk reaksi meninggalkan permukaan katalis heterogen.

 

Mekanisme kerja katalis heterogen  pada hidrogenasi etena, C2H4 + H2 àC2H6



Tidak ada komentar: