Jenis-jenis perubahan entalpi standar.
1. Perubahan entalpi pembentukan standar (ΔHof),
2. Perubahan entalpi penguraian standar (ΔHod),
3. Perubahan entalpi pembakaran standar ( ΔHoc).
1) Perubahan Entalpi Pembentukan Standar (ΔHof)
Perubahan entalpi pembentukan standar (ΔHof), adalah kalor yang dikeluarkan atau diserap pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsure-unsurnya pada suhu 25oC (298 K) dan tekanan 1 atmosfer.
Contoh :
H2 (g) + ½ O2 (g) à H2O (l)ΔHof = -285,8 kJ/mol
H2 (g) + ½ O2 (g) à H2O (g)ΔHof = -241,8 kJ/mol
Berdasarkan perjanjian, perubahan entalpi untuk unsur-unsur dalam bentuk paling stabil dinyatakan sebesar 0 kj/mol.
Contoh :
ΔHof C = 0
ΔHof N2= 0 ΔHof O2= 0
ΔHof H2= 0 ΔHof Fe = 0
2) Perubahan Entalpi Penguraian Standar ΔHod
Perubahan entalpi penguraian
standar merupakan kebalikan dari perubahan entalpi pembentukan standar,
yaitu kalor yang dikeluarkan atau diserap pada penguraian 1 mol senyawa dari unsure-unsurnya pada suhu
25oC (298 K) dan tekanan 1 atmosfer.
Oleh karena itu, perubahan entalpi penguraian suatu senyawa menjadi unsure-unsurnya sama besar dengan perubahan entalpi pembentukan, tetapi berlawanan tanda. Jika perubahan entalpi bertanda negative (eksoterm), maka perubahan entalpi penguraian bertanda positif (eksoterm) dengan harga yang sama.
Contoh :
H2 (g) + ½ O2 (g) à H2O (l)ΔHof = -285,8 kJ/mol
(Eksoterm)
H2O (l) à H2
(g) + ½ O2 (g)ΔHod
= +285,8 kJ/mol (Endoterm)
3) Perubahan
Entalpi Pembakaran Standar ( ΔHoc)
Perubahan entalpi pembakaran standar (ΔHoc), adalah kalor yang
dilepaskan dan atau diserap pada proses pembakaran 1 mol zat dalam keadaan standar (diukur pada
temperature 298 K dan tekanan 1 atmosfer).
Contoh :
C (s) + O2 (g) à CO2 (g) ΔHoc = -393,5 kJ/mol
CH4 (g) + 2 O2 (g) à CO2
(g) + 2 H2O (l) ΔHoc = -889,5 kJ/mol
PENENTUAN HARGA PERUBAHAN
ENTALPI ( ΔH) SUATU REAKSI.
A. Menggunakan konsep Hess
B. Dalam percobaan menggunakan kalorimeter
C. Menggunakan data energi ikatan.
A. Penentuan ΔH dengan Menggunakan Data Perubahan Entalpi Pembentukan Standar
Entalpi adalah suatu fungsi keadaan, yang hanya tergantung
pada keadaan awal dan akhir dari pereaksi dan hasil reaksi tanpa memperhatikan
jalannya perubahan zat pereaksi menjadi hasil reaksi. Walaupun reaksi dapat
melalui berbagai langkah mekanisme berbeda, secara keseluruhan entalpi reaksi tetap sama.
Hukum Hess, menyatakan jika reaksi dilakukan
melalui beberapa tahap, ∆H untuk reaksi tersebut akan sama
dengan jumlah dari perubahan entalpi untuk masing masing tahap reaksi.
ΔHor = ∑ΔHohasil reaksi - ∑ΔHopereaksi
∑ menyatakan jumlah macam zat
yang terlibat dalam reaksi.
Contoh :
Tentukan entalpi pembakaran gas etana, jika diketahui data sebagai berikut:
ΔHof C2H6 (g) = -84,7 kj/mol
ΔHof CO2 (g) = -393,5 kj/mol
ΔHof H2O (l) = -285,8 kj/mol
Jawab :
Reaksi pembakaran gas etana adalah sebagai berikut:
ΔHor = ∑ ΔHohasil reaksi - ∑ ΔHopereaksi
= [ 2 ΔHof CO2 (g) + 3 ΔHof H2O (l)] – [ ΔHof C2H6 (g) + 3 ½ ΔHof O2 (g)]
= [ (2 x -393,5) + (3 x -285,8)] – [ (1 x -84,7) + ( 3 ½ x 0)]
= [ (-787) + (-857,4)] – [ -84,7 ]
= - 1.644,4 + 84,7
ΔHor = - 1,559,7 kJ/mol
SOAL
1. Tentukan entalpi
reaksi pembakaran etanol, jika diketahui :
ΔHfo
C2H5OH = –266 kJ
ΔHfo
CO2 = –394 kJ
ΔHfo H2O = –286 kJ
2. Berdasarkan persamaan reaksi berikut :
2 FeO(s) à 2 Fe(s) + O2(g) ΔH = 544,0 kJ
2 Fe2O3 (s) à 4 Fe(s) + 3 O2(g) ΔH = 1648,4 kJ
Fe3O4 (s) à 3 Fe(s) + 2O2(g) ΔH = 1118,4 kJ
Tentukanlah ΔH Reaksinya : Fe3O4(s) à FeO + Fe2O3
3. Berdasarkan diagram energi berikut : Tentukanlah ΔH Reaksinya penguapan 36 gram air .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar