LKPD - 1 B
LAJU REAKSI (RATE REACTION) AWAL
TULISKAN IDENTITAS ANDA
|
NAMA SISWA
|
: |
|
NO
PRESENSI |
: |
|
KELAS |
: |
Reaksi
kimia berdasar laju reaksinya dibedakan:
1) Reaksi sangat cepat
2) Reaksi cepat
3) Reaksi lambat
4) Reaksi sangat lambat
1)
Reaksi
sangat cepat
a.
b.
c.
2)
Reaksi
cepat
a.
b.
c.
3)
Reaksi
lambat
a.
b.
c.
4)
Reaksi
sangat lambat
a.
b.
c.
|
|
https://www.youtube.com/watch?v=gUE2BVFuq8w Reaksi Mg + HCl (aq) --> |
|
akun Quiz : faridkimia4@gmail.com Apersepsi Banyak peristiwa reaksi yang terjadi dialam diantaranya:
Dari reaksi reaksi tersebut jika ditinjau dari laju reaksinya maka bisa dibedakan ada reaksi yang sangat lambat, reaksi lambat, reaksi cepat dan sangat cepat. Pertanyaan yang dapat dimunculkan diantaranya:
PERBEDAAN KECEPATAN DAN KELAJUAN kecepatan adalah waktu yang dibutuhkan suatu benda untuk perpindahan suatu benda dari satu tempat ke tempat lainnya. Sedangkan kelajuan ialah jarak yang ditempuh suatu benda di setiap satuan waktunya. Kecepatan termasuk dalam besaran vektor. Kelajuan merupakan besaran skalar. Kelajuan tidak bergantung dengan arah karena termasuk dalam besaran skalar sehingga selalu bernilai positif. Besaran vektor memperhitungkan arah gerak. PENGERTIAN LAJU REAKSI Laju reaksi (r = rate reaction) secara umum dapat didefinisikan sebagai perubahan zat per satuan waktu. Perubahan zat terjadi dalam suatu reaksi kimia, dan umumnya dinyatakan dalam konsentrasi molar. Dalam reaksi kimia dikenal adanya zat reaktan atau pereaksi dan zat produk atau hasil reaksi. Zat reaktan senantiasa berkurang, sedangkan zat produk senantiasa bertambah, sehingga secara khusus laju reaksi dapat didefinisikan sebagai pengurangan zat reaktan per satuan waktu atau penambahan zat produk per satuan waktu. Secara umum laju reaksi memiliki dimensi molar per waktu. Waktu dapat dinyatakan dalam detik, menit, jam, hari, dst. Secara umum laju reaksi dirumuskan sebagai berikut : 2A + 5B --> 3C + 4D Berdasar persamaan reaksi diatas maka laju zat A, B, C dan D dibaca sebagai : rA = Laju berkurangnya konsentrasi A persatuan waktu. rB = Laju berkurangnya konsentrasi B persatuan waktu. rC = Laju bertambahnya konsentrasi C persatuan waktu. rD = Laju bertambahnya konsentrasi D persatuan waktu. Laju zat A, B, C dan D dirumuskan sebagai rA = - Δ [A] Δt rB = - Δ [B] Δt rC = + Δ [C] Δt Sesuai Konsep : perbandingan laju zat = perbandingan koefisien zat maka vA : vB : vC : vD = 2 : 5 : 3 : 4 --> v = velocity rA : rB : rC : rD = 2 : 5 : 3 : 4 --> r = rate reaction = laju reaksi Contoh Soal Dalam ruang bervolume 5 liter sebanyak 0,8 mol gas N2O4 dipanaskan sampai sebagian gas N2O4 terurai membentuk gas NO2. setelah 4 detik terdapat 0,6 mol gas NO2 , Hitunglah : a. Hitung konsentrasi gas N2O4 yang digunakan untuk menentukan laju awal penguraian gas N2O4 saat 1 detik pertama (dengan satuan dalam M/s) b. Laju rata rata penguraian gas N2O4 setelah 4 detik pertama dalam M/s c. Laju rata rata pembentukan gas NO2 setelah 4 detik pertama dalam M/s d. Konsentrasi gas N2O4 setelah 4 detik adalah . . . M e Laju awal saat detik ke 4 maka konsentrasi gas N2O4 yang digunakan adalah . . . . M
Pembahasan a. Molaritas gas N2O4 mula mula = 0,8 mol / 5 liter = 0,16 M Laju awal dalam 1 detik pertama penguraian gas N2O4 adalah 0,16 M/s b. Laju rata rata penguraian gas N2O4 saat 4 detik pertama dalam M/s Saat 4 detik pertama
Reaksi : N2O4 --> 2 NO2 Mula mula : 0,8 mol Bereaksi : 0,3 mol 0,6 mol (pada bagian bereaksi berlaku perbandingan mol dengan koefisien) Sisa : 0,5 mol 0,6 mol
Laju rata rata berkurangnya gas N2O4 = laju penguraian N2O4 = 0,3 mol / 4 det = 0,075 mol/det dalam satuan M/detik menjadi = 0,075 mol/det : 5 liter = 0,015 M/det = 1,5 x 10-2 M/det
c. laju rata rata pembentukan gas NO2 setelah 4 detik pertama dalam M/s ditentukan dari bertambahnya konsentrasi gas NO2 setelah 4 detik eaksi : N2O4 --> 2 NO2 Mula mula : 0,8 mol Bereaksi : 0,3 mol 0,6 mol Sisa : 0,5 mol 0,6 mol Molaritas gas NO2 setelah (saat 4 detik pertama) = 0,6 mol / 5 liter = 0,12 M sehingga VNO2 = 0,12 M / 4 detik = 0,03 M/s d. Konsentrasi gas N2O4 setelah 4 detik adalah . . . M Molaritas gas N2O4 yang ada = 0,5 mol / 5 liter = 0,1 M e. Laju awal saat detik ke 4 maka konsentrasi gas N2O4 yang digunakan adalah . . . . M Laju awal penguraian gas N2O4 setelah 4 detik (saat detik ke 4) ditentukan dari konsentrasi yang ada saat itu (yang masih ada saat itu) yaitu sebesar 0,1 M |
Kerjakan di buku catatan kemudian di foto , simpan di G Drive selanjutnya upload ke G Form dengan link https://forms.gle/W6UVZE5MZ89vxs3A7
Jelaskan tentang laju reaksi dari beberapa reaksi berikut:
1) Mengapa
reaksi petasan meledak lebih cepat dibanding dengan kertas terbakar ?
2) Mengapa
reaksi ionisasi garam dapur (NaCl) dalam air panas lebih cepat dibanding dalam
air dingin
3) Dalam
reaksi Fe(s) + HCl(aq) à
FeCl2(aq) + H2(g)
Massa serbuk Fe sama tetapi
konsentrasi larutan HCl berbeda
Tentukan percobaan yang reaksinya lebih cepat dan jelaskan
4)
Dalam
reaksi Fe(s) + HCl(aq) à
FeCl2(aq) + H2(g)
Massa Fe sama tetapi bentuk
permukaan Fe berbeda dan konsentrasi larutan HCl sama
Tentukan percobaan yang reaksinya lebih cepat dan jelaskan
5) Dalam pembuatan Roti, Tempe, dan Tape mengapa harus menggunakan ragi?
Apa fungsi ragi dalamproses tersebut?
6) Berdasar gambar grafik dibawah ini maka reaksi yang lebih cepat berlangsung adalah grafik nomor ?
Jelaskan mengapa demikian?
|
Reaksi
antara logam Fe dengan larutan HCl Fe(s)
+ HCl(aq) à Jika
logam Fe berbentuk kubus dengan ukuran sisi 0,001 mm dan setiap permukaan
sisi kubus diasumsikan mengandung 1000 atom besi. a) Gambar A maka jumlah atom Fe
yang dapat langsung bereaksi dengan molekul HCl sebanyak . . . . . atom A. 1000 D. 8000 B. 4000 E. 10.000 C. 6000 b) Gambar B jika kubus gambar A tersebut
dibagi 2 bagian yang sama maka jumlah
atom Fe yang dapat langsung bereaksi dengan HCl sebanyak . . . . . atom
|
LINK :
2022 LKPD 2 FAKTOR LUAS PERMUKAAN & KONSENTRASI (siswa)LAJU REAKSI
KASUS 4C
Meliputi
tentang:
ü
Persamaan
reaksi penguraian hidrogen peroksida
ü
Katalis
dalam gelas ukur
ü
Laju
terbentuknya busa
Pada
suhu tinggi molekul-molekul bergerak lebih cepat, karena energi kinetik molekul
bertambah, sehingga kemungkinan terjadinya tumbukkan antar molekul pereaksi
makin besar / tumbukkan semakin cepat.
Atau
Bertambahnya
suhu menyebabkan partikel pereaksi yang memiliki Ea makin banyak, sehingga
tumbukkan efektifnya bertambah.
Suhu diperbesar dapat dijelaskan melalui:
1) Energi kinetik pereaksi bertambah à reaksi cepat.
2) Partikel-partikel pereaksi mendapat tambahan energi sehingga partikel yang memiliki Ea semakin banyak à reaksi cepat
3) Memperbesar nilai K ( tetapan laju reaksi) makin besar à reaksi cepat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar