Kalorimeter : Alat Ukur Perubahan Kalor
Kalorimeter adalah alat
yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (panas) yang terlibat dalam suatu
perubahan atau reaksi kimia.
Dengan kata lain, kalorimeter berfungsi untuk mengetahui berapa banyak energi panas yang diserap atau dilepaskan selama suatu proses berlangsung.
Fungsi Kalorimeter:
- Mengukur Kalor Reaksi: Kalorimeter sering
digunakan dalam eksperimen kimia untuk menentukan kalor yang dihasilkan
atau diserap dalam suatu reaksi kimia.
- Menentukan Kalor Jenis: Kalorimeter juga
bisa digunakan untuk menentukan kalor jenis suatu zat, yaitu jumlah kalor
yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram zat sebesar 1 derajat Celcius.
- Menganalisis Proses Fisika: Selain reaksi
kimia, kalorimeter juga dapat digunakan untuk menganalisis proses fisik
seperti perubahan fasa (misalnya, dari padat menjadi cair).
Prinsip Kerja Kalorimeter:
Kalorimeter bekerja berdasarkan prinsip bahwa
kalor yang dilepaskan oleh suatu sistem akan diserap oleh sistem lainnya sehingga
total kalor dalam sistem terisolasi adalah konstan.
Kalorimeter dirancang sedemikian rupa sehingga
kalor yang hilang ke lingkungan dapat diabaikan.
Jenis-jenis Kalorimeter:
- Kalorimeter Air: Jenis kalorimeter yang
paling sederhana, terdiri dari wadah berisi air yang diisolasi. Kalor yang
dilepaskan oleh suatu zat akan menyebabkan suhu air naik.
- Kalorimeter Bom: Digunakan untuk mengukur
kalor pembakaran suatu zat. Sampel dibakar dalam wadah bertekanan tinggi
yang terendam dalam air.
- Kalorimeter Adiabatik: Kalorimeter yang dirancang untuk meminimalkan pertukaran kalor dengan lingkungan.
- Wadah Sampel: Tempat untuk meletakkan
sampel yang akan diukur kalornya.
- Termometer: Mengukur perubahan suhu.
- Pengaduk: Menjaga agar suhu dalam
kalorimeter terdistribusi merata.
- Insulator: Mencegah kalor berpindah ke
lingkungan.
Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (panas) yang diserap atau dilepaskan dalam suatu reaksi kimia atau proses fisika. Prinsip kerjanya didasarkan pada Hukum Kekekalan Energi, di mana kalor yang dilepaskan atau diserap oleh sistem (reaksi) sama dengan kalor yang diserap atau dilepaskan oleh lingkungan (kalorimeter dan air) dengan tanda yang berlawanan.
Komponen Utama
Sistem (Reaksi): Zat-zat yang mengalami perubahan (reaksi kimia).
Lingkungan (Kalorimeter): Terdiri dari air (yang menyerap/melepas kalor) dan wadah kalorimeter itu sendiri.
Persamaan Dasar Kalorimetri
Kalor yang diserap atau dilepaskan oleh air (qair) dan kalorimeter (qkal) dihitung dengan rumus:
Kalor yang diserap/dilepas air ():
m: massa air (gram)
c: kalor jenis air (J/goC atau J/g K)
ΔT: perubahan suhu () (∘C atau K)
Kalor yang diserap/dilepas kalorimeter ():
Ckal: kapasitas kalor kalorimeter (J/∘C atau J/K)
Kalor Reaksi (): Kalor yang dilepaskan oleh reaksi adalah negatif dari total kalor yang diserap oleh air dan kalorimeter:
Jika reaksi diukur dalam kalorimeter sederhana, seringkali qkal diabaikan atau wadahnya dianggap tidak menyerap kalor. Maka, .
Menghitung Perubahan Entalpi (ΔH)
Perubahan entalpi (ΔH) adalah kalor reaksi per mol zat yang bereaksi (sistem):
Jika qreaksi negatif (suhu lingkungan naik), maka ΔH negatif (eksotermik).
Jika qreaksi positif (suhu lingkungan turun), maka ΔH positif (endotermik).
Rumus Dasar Kalorimetri:
q = m x c x ΔT
ü q = kalor (J)
ü m = massa zat (g)
ü c = kalor jenis zat
(J/g°C)
ü ΔT = perubahan suhu (°C)
Penerapan Kalorimeter:
Kalorimeter memiliki banyak aplikasi dalam
berbagai bidang, seperti:
ü Industri Makanan: Untuk menentukan nilai kalori
makanan.
ü Penelitian Kimia: Untuk mempelajari reaksi kimia
dan termodinamika.
ü Teknik Lingkungan: Untuk mengukur panas pembakaran
bahan bakar.
Kesimpulan:
Kalorimeter adalah alat penting dalam berbagai
bidang ilmu yang berkaitan dengan panas dan energi. Dengan memahami prinsip
kerja dan jenis-jenis kalorimeter, kita dapat melakukan pengukuran kalor secara
akurat dan menganalisis berbagai proses yang melibatkan perubahan energi panas.
Pemanfaatan Kalorimeter Virtual Untuk Menentukan Reaksi Eksoterm – Endoterm dan nilai ΔH reaksi.
Link : https://media.pearsoncmg.com/bc/bc_0media_chem/chem_sim/calorimetry/Calor.php
Cara pengukuran perubahan suhu larutan menggunakan kalorimeter virtual
PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI
REAKSI PELARUTAN
Contoh menghitung ΔH reaksi pelarutan NaOH
Massa NaOH = . . . . gram
Massa molar NaOH = 40 gram/mol
Mol NaOH = . . . .
Suhu awal H2O = 20oC
Suhu akhir (setelah NaOH dilarutkan dalam 100 gram
H2O) = T2 = . . . . oC
ΔT = T2 – T1 =
Reaksi : NaOH(s)
+ H2O(l) à NaOH(aq) ΔH = ???
Atau : NaOH(s) à Na+(aq) + OH-(aq) ΔH = ???
Menghitung kalor yang dilepas reaksi atau yang diserap reaksi dalam larutan
menggunakan rumus
qlarutan = mlarutan . c . ΔT
mlarutan = massa air + massa NaOH = . . . . gram
gunakan c = kalor jenis larutan = 4,184 J/goC
Maka kalor yang diserap oleh larutan (qlarutan) adalah :
qlarutan = . . . . . . (pelarutan untuk 10 gram NaOH atau 0,25 mol NaOH)
Untuk menentukan q reaksi menggunakan hukum kekekalan nergi
qreaksi + qlingkungan = 0
qlingkungan = qlarutan
qreaksi = - qlarutan
qreaksi = . . . .
qreaksi bertanda negatif menunjukkan reaksi tergolong reaksi
eksoterm
qreaksi sebesar . . . . kJ dihasilkan dari pelarutan 10 gram NaOH (0,25 mol)
Untuk menghiting nilai ΔH reaksi menggunakan persamaan:
Persamaan reaksi termokimia :
NaOH(s) + H2O(l) à NaOH(aq) ΔH = . . . kj
Atau : NaOH(s) à Na+(aq) + OH-(aq) ΔH = . . . . kJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar