4C. Tetapan Kesetimbangan Kimia (Kc, Kp) dan Derajat Disosiasi (α)

Tujuan Pembelajaran
1. Menuliskan persamaan tetapan kesetimbangan (Kc dan Kp) dari suatu reaksi kesetimbangan
2. menghitung derajat disosiai dari persamaan kesetimbangan disosiasi
3. Menentukan harga tetapan kesetimbangan berdasarkan data hasil percobaan.
4. Mengolah data untuk menentukan nilai tetapan kesetimbangan suatu reaksi
5. Melakukan perhitungan kuantitatif yang berkaitan dengan kesetimbangan kimia
6. Menentukan komposisi zat dalam keadaan setimbang, derajat disosiasi (
α)

tetapan kesetimbangan (Kc dan Kp) dan hubungan Kc dengan Kp


Tetapan Kesetimbangan Kimia (Kc, Kp
dan Derajat Disosiasi (α)

Kesetimbangan kimia adalah keadaan di mana laju reaksi maju (reaktan menjadi produk) sama dengan laju reaksi balik (produk menjadi reaktan), sehingga konsentrasi zat-zat yang terlibat dalam reaksi tidak lagi berubah seiring waktu. Reaksi kesetimbangan bersifat dinamis dan ditulis dengan tanda panah dua arah (⇌) 

Contoh Umum:   Reaktan ⇌  Produk


Kesetimbangan Disosiasi

Kesetimbangan disosiasi adalah suatu jenis kesetimbangan kimia dinamis yang terjadi ketika suatu zat tunggal terurai (berdisosiasi) menjadi dua atau lebih zat lain yang lebih sederhana, dan pada saat yang sama, zat-zat hasil urai tersebut bereaksi kembali (berkombinasi) membentuk zat asalnya.

Secara spesifik:

1.  Disosiasi: Proses penguraian atau pemecahan molekul menjadi unit-unit yang lebih kecil, seperti atom, ion, atau molekul lain.

2.  Kesetimbangan: Kecepatan reaksi penguraian (maju) sama dengan kecepatan reaksi pembentukan kembali (mundur).

Pada keadaan setimbang, konsentrasi semua komponen (zat awal dan zat hasil disosiasi) tetap konstan, meskipun reaksi terus berlangsung.

 Contoh reaksi kesetimbangan disosiasi secara umum dapat dituliskan sebagai:

    AB(g)  ó A(g) +  B(g)

Keterangan:

· AB adalah zat yang berdisosiasi (zat awal).

· A dan B adalah zat-zat hasil disosiasi (produk).

· Simbol  ó  menunjukkan bahwa reaksi berlangsung dua arah (reversibel) dan mencapai kesetimbangan.

     

Reaksi Disosisasi :          N2O4 ó 2NO2(g)

Reaksi Pembentukan :    2NO2(g)  ó  N2O4

Reaksi Disosisasi :          2HI(g) ó H2(g)  +   I2(g)  



Hukum kesetimbangan

Cato Maximillian Gulberg dan Peter Wage mengatakan Dalam keadaan kesetimbangan pada suhu tetap, maka hasil kali konsentrasi zat-zat ruas kanan dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat ruas kiri, masing-masing konsentrasi itu dipangkatkan dengan koefisien reaksinya adalah tetap”.

 Kc adalah konstanta kesetimbangan konsentrasi yang harganya tetap selama suhu tetap.

 Contoh : Untuk reaksi setimbang berikut :

2 SO2(g) + O2(g) ó 2 SO3(g)

rumusan Kc dan Kp adalah :

   

Kegiatan 1

1. Dalam ruang 2 liter dicampur 4 mol gas PCl3 dan 5 mol Cl2. Reaksi kesetimbangan yang terjadi adalah:  PCl3(g) + Cl2(g) PCl5(g)

Jika pada saat setimbang diperoleh 2 mol PCl5(g), maka hitunglah harga tetapan kesetimbangan (Kc) dengan cara melengkapi penyelesaian dalam setiap langkah


Langkah pertama: lengkapi mol zat bagian bereaksi dan setimbang.

Langkah kedua: menghitung konsentrasi masing-masing zat dalam keadaan setimbang.


Rumus Molaritas

maka [PCl3] =  . . . M
[Cl2] = . . . . M
[PCl5] = . . . M

Langkah ketiga: menghitung Kc menggunakan persamaan tetapan kesetimbangan pada reaksi di atas.


2.  Pada industri pembuatan asam sulfat, gas SO3 mengalami dekomposisi menjadi SO2
dan O2 membentuk reaksi kesetimbangan berikut.
2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)
Pada suhu 100 oC, dalam ruang 10 dm3 sebanyak 4 mol gas SO3 terdekomposisi sebanyak 50%. Tentukan nilai tetapan kesetimbangan Kc berdasarkan reaksi di atas dengan cara melengkapi penyelesaian dalam setiap langkah

Langkah pertama:
Ingat, gas SO3 terdekomposisi 50%  à  α = 0,5

Pada bagian bereaksi berlaku perbandingan mol dengan koefisien lengkapi mol zat bagian bereaksi dan setimbang


Langkah kedua: menghitung konsentrasi masing-masing zat dalam keadaan setimbang.

Rumus Molaritas
[SO3] =  . . . .              
[SO2] =  . . .                
[O2] = . . . .

Langkah ketiga:
menghitung Kc menggunakan persamaan tetapan kesetimbangan pada reaksi diatas.



Contoh Soal & Pembahasan Perhitungan Kc
1. Ke dalam ruangan tertutup 1 dm3 dimasukkan 1 mol gas A dan 1 mol gas B. Setelah bereaksi menurut  2A  + 3 B dan dicapai kesetimbangan masih terdapat 0,25 mol gas B. Tentukan nilai tetapan kesetimbangan reaksi tersebut.
Jawab:


2.    Tetapan kesetimbangan (Kc)  2HI(g) ó H2(g)  +   I2(g)  adalah 0,25.  jika 0,5 mol HI  dimasukkan dalam ruang  bervolume 1 liter  dan mengalami disosiasi (peruraian), maka saat setimbang akan dihasilkan H2 sebanyak …. Mol.

Jawab


Kerjakan soal Perhitungan nilai Kc dan Kp dengan link :

https://farqim-kimia2.blogspot.com/2025/11/soal-perhitungan-kc-kp-soal-bse.html







Soal Qc dan Kc 1. Pada suhu tertentu, konsentrasi kesetimbangan dari zat yang terlibat dalam reaksi A(g) <=> B(g)  konsentrasi [A] = 0,4 M dan konsentrasi [B] = 0,5 M, jika pada suhu yang sama 0,6 mol A dan 0,7 mol B dimasukkan kedalam ruang hampa bervolume 1 liter, maka [B] setelah tercapai kesetimbangan adalah:   Penjelasan: Mencari Qc (qoution) rumusan sama dengan Kc
tetapi konsentrasi yang dimasukkan sebelum setimbang (saat mula-mula). Qc digunakan untuk menentukan reaksi bergeser ke kanan/ ke kiri Jika Qc > Kc maka reaksi bergeser ke kiri, agar nilai Qc berkurang Jika Qc < Kc maka reaksi bergeser ke kanan, agar nilai Qc bertambah







Kc = konstanta kesetimbangan konsentrasi Catatan : Harga Kc dipengaruhi oleh suhu Untuk reaksi kesetimbngan fase gas harga K dapat dinyatakan dengan Kc dan Kp :

Kp = tetapan kesetimbangan tekanan parsial PA =  tekanan parsial gas A











Tidak ada komentar: