CONTOH SOAL KALIROMETER

 

Contoh perhitungan berdasarkan percobaan:

  1. Pada suatu percobaan direaksikan 50 cm3 larutan HCl 1 M dengan 50 cm3 larutan NaOH 1 M dalam gelas plastik yang kedap panas, ternyata suhunya naik dari 29oC menjadi 35,5oC. Kalor jenis larutan dianggap sama dengan kalor jenis air yaitu 4,18 Jg–1K–1 dan massa jenis larutan dianggap 1 g/cm3
a. Tentukan perubahan entalpi dari reaksi: NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l) jika kalor dari kalorimeter diabaikan
b. Tentukan perubahan entalpi dari reaksi: NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l) jika kalor dari kalorimeter diperhitungkan.

Jawab b :

Q(system) = q(larutan) + q(calorimeter)

Jika Q (calorimeter) diabaikan, maka Q (system) = Q (larutan)

massa larutan = volume larutan × massa jenis air

= 100 cm3 × 1 g/cm3

= 100 g

ΔT = (35,5 – 29)o C  =  6,5oC

atau ΔT = (35,5 + 273)K – (29 + 273)K = 6,5 K

Q (larutan) =  m x c x ΔT

 = 100 g × 4,18 J g–1K–1 × 6,5 K

 = 2717 Joule  = 2,72 kJ

 Reaksi :  NaOH(aq) + HCl(aq) à NaCl(aq) + H2O(l)    

mol NaOH = mol HCl  = V . M = 0,05 L × 1 molar = 0,05 mol

Jadi, pada reaksi antara 0,05 mol NaOH dan 0,05 mol HCl terjadi perubahan kalor sebesar 2,72 kJ

Maka untuk setiap 1 mol NaOH bereaksi dengan 1 mol HCl akan terjadi perubahan kalor:

1/0,05 × 2,72kj = 54.4  kj

Oleh karena pada saat reaksi suhu sistem naik berarti reaksi berlangsung eksoterm, perubahan entalpinya berharga negatif. 

Persamaan termokimianya:

NaOH(aq) + HCl(aq) à NaCl(aq) + H2O(l)  ΔH = –54,4 kJ


Tidak ada komentar: